Cerita Suka Dan Duka Sebagai Driver Ojek Online

By | April 1, 2019

ashaqil.com – Sebagai seorang mitra driver ojek online (ojol) sebenarnya bukan cita-cita saya, bahkan mungkin sebagian besar teman-teman lainnya. Sebagai driver ojol bagi saya dan sebagian teman-teman adalah tuntutan hidup karena tidak ada pilihan lagi dalam mencari pekerjaan. Di mana lapangan pekerjaan sangat terbatas di tambah usia yang tidak lagi muda.

Bekerja sebagai driver ojol cukup bisa menggunakan aplikasi android pada smartphone dan motor layak pakai. Tapi itu sebagian kecil cara kerja driver ojol, driver ojol juga harus di tuntut ramah pada pelanggan dan komunikatif. Di sisi lain masih banyak cerita suka dan duka sebagai driver ojek online yang saya alami selama ini. Anda ingin tau kisah saya?…, Berikut cerita singkatnya, langsung aja!

Gambar Ilustrasi Driver Ojol

Baca juga: Suka Dan Duka Saat Melakukan Touring Sepeda Bersama Teman

Saya sebagai mitra driver ojol mulai tahun 2016 silam, itu juga saya terpaksa karena perusahaan tepat saya bekerja tutup. Saya melamar pekerjaan kesana-kemari tidak di terima walaupun skil saya miliki, tapi karena usia yang tidak lagi muda menjadi kendala. Akhirnya saya di ajak teman untuk mendaftar sebagai driver ojol dengan bermodal persyaratan yang harus saya penuhi, alhamdulillah saya di terima sebagai mitra driver ojol.

Semenjak saat itu saya menjalaninya full time, jam 06.00 pagi berangkat pulang jam 11.00 siang untuk istirahat sejenak.  Jam 13.00 siang berangkat lagi dan pulang 18.oo sore. Motor yang saya pakai juga harus prima dan bersih, pakaian dan jaket juga harus bersih dan wangi agar customers senang. Begitu orderan go-ride (penumpang) pertama masuk, saya bingung karena tidak semua jalan di Surabaya paham. Sebenarnya pada aplikasi ojol ada panduan google map, dari pada saya bingung langsung saya telepon customers tersebut. Saya juga harus bisa menggunakan tata bahasa dengan baik. Langsung saya telepon dengan nada bicara ramah saya coba menanyakan alamat lengkapnya, karena aplikasi ojol tidak secanggih saat ini.

Alhamdulillah, customersnya ramah, terkadang ada juga yang kurang ramah dan sebagai driver ojol, saya tetap memberi pelayanan prima. Saya tawarkan pakai helm kemudian saya antar ke alamat sesuai aplikasi, dalam perjalanan saya coba untuk berbicara biar tidak jenuh dan terkadang customers yang mengajak bicara terlebih dahulu. Di dalam mengetik alamat pada aplikasi terkadang tidak sesuai atau tidak ada, jadi saya tanyakan jika sudah sampai sesuai aplikasi.

Jika saya memberi pelayanan yang baik kepada customers, biasanya mereka memberi tambahan uang. Tetapi saya sebagai driver ojol di beri nilai bintang lima dan komentar yang baik, saya sangat berterima kasih karena sangat berpengaruh pada kinerja saya. Begitu sebaliknya jika customers memberi penilaian bintang satu dan komentar kurang baik, driver ojol semua pasti kena suspend. Untuk itu, saya harus memberi pelayanan yang maksimal.

Saya juga pernah dapat order fiktif untuk memjemput pada tempat sesuai aplikasi, saya telepon customers dan di jawab dengan baik. Setelah saya tiba di tempat ternyata hanya rumah kosong atau di alamatkan salah, saya coba telepon customers lagi dan ternyata sudah tidak aktif lagi.

Memdapat order membeli makanan (go-food) menjadi primadona driver ojol sampai sekarang, karena point yang di dapat 2, jadi cepat tutup point (tupo) dan memdapat bonus tambahan. Order go-food harus pakai uang saya dalu baik dalam bentuk tunai atau saldo dan customers membayar pakai tunai atau go-pay yang masuk ke saldo saya.

Dapat order go-food dengan nominal yang banyak apalagi pakai tunai, saya harus berhati-hati. Bukan berarti saya prasangka buruk kepada customers, tapi saya pernah mendapat order fiktif dan beruntung jumlahnya tidak begitu banyak. Jika sudah begitu, makanan yang sudah di beli saya bawah pulang untuk di makan bersama keluarga. Kita juga bisa lapor ke kantor, tapi saya ikhlas dan anggap saja oleh-oleh buat keluarga dirumah.

Di tahun 2016 untuk mendapatkan uangan 500rb per hari mudah sekali karena driver ojol masih sedikit, tarif masih lumayan dan orderan juga banyak. Dengan penghasilan yang lebih dari cukup, saya di hadapkan 2 pilihan antara menjadi driver ojol full time atau paruh waktu, karena saya mendapat tawaran kerja lagi yang sesuai dengan skill saya. Itulah sedikit cerita suka dan duka saya selama menjadi driver ojol.

Semua ada customer yang baik dan kurang baik begitu juga ada driver ojol yang seperti itu. Jadi, saya sarankan cobalah kita menjadi seorang driver ojol yang baik terhadap semua pelanggan dan kita jalankan semua orderan yang masuk ke aplikasi kita. Karena itu rejeki yang Tuhan berikan kepada kita, jika menolak orderan bisa di katakan kita juga menolak rejeki. Tapi selama kita bisa menjalankan orderan dengan baik dan tidak membahayakan diri kita dan keselamatan orang lain di jalan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *