10 Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan Kita

By | June 9, 2019

Ashaqil, 10 Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan Kita – Tahukah Anda artikel yang kami bahas tentang Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan ini ?, Jika Anda belum mengetahuinya, ikuti dan baca yang kami rangkum dari beberapa sumber dan Anda tepat sekali mengunjungi artikel ini. Karena pada kesempatan kali ini kami berikan informasi menarik dan seputar informasi, kami akan mengulas tentang Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan Kita. Setiap jenis pekerjaan pasti mempunyai resiko yang harus di hadapi oleh setiap pekerja, tapi kita bisa menjaga dan mengerti agar dapat meminimalkan resiko tersebut. Oleh karena itu, marilah simak penjelasan mengenai Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan secara lengkap yang ada dibawah berikut ini.

10 Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan Kita

Bisakah lingkungan tempat kerja Anda menyebabkan masalah kesehatan tertentu? Jawabannya adalah iya. Menurut laporan American Cancer Society, mereka yang bekerja di profesi tertentu, misalnya pramugari, lebih berisiko mengalami masalah kesehatan seperti penyakit kanker kulit dan kanker payudara jika dibandingkan dengan orang yang bekerja di bidang pekerjaan lain.

Paparan terhadap berbagai jenis radiasi dan bahan kimia berbahaya hingga terkena sengatan sinar matahari yang berlebihan atau gangguan pada ritme sirkadian bisa memengaruhi kesehatan seseorang. Sehingga hal ini secara tidak langsung juga meningkatkan risiko terkena penyakit.

Berikut Pekerjaan yang Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit

Pekerja konstruksi

Salah satu penyakit yang paling umum mempengaruhi pekerja konstruksi adalah kanker kulit. Terkena paparan sinar matahari selama berjam-jam dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker itu sendiri. Mesothelioma, kanker paru-paru adalah jenis lain dari risiko kanker yang memengaruhi pekerja konstruksi. Disebabkan karena inhalasi asbes, yang umumnya banyak dilaporkan terjadi pada pekerja industri yang berurusan dengan asbes.

Pekerja Pengolahan Karet

Terpapar bahan kimia, menghirup uap kimia, debu, dan produk sampingan lainnya, pekerja di pabrik karet berisiko terkena penyakit kanker perut, paru-paru dan kandung kemih. Menurut laporan yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, orang yang bekerja di industri ini juga rentan terhadap leukemia dan limfoma. Hal ini disebabkan oleh penyerapan karsinogen melalui kulit yang memengaruhi individu tersebut pada tingkat sel.

Pekerja Daur Ulang

Pekerjaan daur ulang seringkali melibatkan pembongkaran barang-barang elektronik bekas untuk diambil sisa spare part yang sekiranya bisa dimanfaatkan kembali. Dalam prosesnya, pekerja bisa saja terpapar bahan-bahan kimia berbahaya dan toksisitas logam berat. Paparan logam berat yang terus-menerus tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit kanker ginjal, kanker hati, kanker paru-paru, dan kanker hidung.

Pekerja Petani

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan dengan mengeksplorasi dampak pertanian terhadap peningkatan risiko penyakit pada wanita, tercatat bahwa wanita yang bekerja di pertanian memiliki risiko 35% lebih tinggi terkena penyakit kanker. Selain itu, prevalensi kanker paru-paru karena paparan yang berlebihan dari knalpot mesin, pestisida, pupuk, dan unsur-unsur kimia lainnya bisa meningkatkan risiko penyakit limfoma, leukaemia, dan beberapa jenis kanker lainnya.

Pekerja Penata rambut

Menurut National Cancer Institute, orang-orang yang bekerja di industri rambut seringkali terlalu banyak terpapar bahan kimia yang ditemukan dalam pewarna rambut. Hal ini, dalam jangka panjang, dapat menyebabkan penyakit kanker kandung kemih, laring dan paru-paru.

Pekerja Mekanika

Terpapar berbagai jenis karsinogen, Anda yang bekerja dengan mesin mobil dan bagiannya rentan terhadap risiko mengalami leukemia. Bekerja dengan asbes, minyak bumi dan hal-hal serupa juga membuatnya rentan terhadap mesothelioma.

Pekerja Manikur dan pedikur

Limfoma dan mieloma adalah jenis penyakit kanker paling umum dilaporkan, yang disebabkan karena terlalu banyak bahan kimia digunakan untuk mengecat, membersihkan, dan mengeraskan kuku. Formalin dan titanium dioksida yang digunakan dalam cat kuku dan bubuk saat terhirup juga dapat menurunkan dan melemahkan kekebalan tubuh manusia.

Pekerja Penambang

Pekerja penambang secara tidak langsung Anda menghirup asap dari knalpot diesel sendiri. Asap diesel dapat dianggap sebagai penyebab utama penyakit kanker. Debu yang menumpuk di paru-paru seseorang selama proses kerja dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit paru-paru hitam (jaringan paru-paru menjadi menghitam, meradang, terjadinya penyakit fibroid).

Awak Pesawat

Paparan sinar UV dari matahari dan radiasi kosmik yang berlebihan adalah penyebab utama penyakit kanker pada orang yang kerjanya di atas udara. Jenis kanker yang paling umum dilaporkan adalah kanker kulit ganas, yang berkembang sebagai hasil mutasi pada sel pembawa pigmen pada kulit manusia.

Pekerja Shift

Orang yang bekerja pada shift malam memiliki risiko tinggi terkena penyakit kanker karena gangguan yang disebabkan oleh ritme sirkadian. Ketika Anda bekerja shift malam, siklus tidur tubuh dan fungsi normal akan terganggu, menyebabkan peningkatan risiko kanker payudara. Pada pria, hal itu bisa menimbulkan risiko kanker paru-paru, serta peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Pun demikian, menurut laporan dari American Cancer Society, tingkat penyakit terkait lingkungan tempat kerja telah mengalami penurunan dalam beberapa dekade terakhir. Hal tersebut lantaran adanya peningkatan pada setiap perusahaan dalam peraturan keselamatan kerja. Intinya, Anda harus rutin melakukan medical checkup, apalagi yang kerjanya di lingkungan keras dan sering terpapar bahan-bahan kimia berbahaya.

Baca juga : 7 Pekerjaan yang Sulit Dimengerti oleh Sahabat Saat Lebaran

Demikian yang dapat kami Ashaqil bagikan, tentang artikel ini 10 Pekerjaan yang Beresiko Terhadap Kesehatan Kita, dimana sekiranya informasi ini berguna bagi Anda. Sekian dan terima kasih telah membaca dan mengunjungi www.ashaqil.com, semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel kesehatan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *